Langsung ke konten utama

C.A.N.D.U

     Assalamu'alaikum wr. wb.

     Seperti janji gua sebelumnya, gua akan membahas tentang masalah per-C.A.N.D.U-an ini. Buat yang  belum baca postingan sebelumnya pasti bertanya-tanya apakah si candu ini. Oke, gua akan jelaskan lagi. Ketika gua sedang gabut, gua menemukan seonggok demi seonggok sesuatu, yang kemudian gua sebut candu. Gua menemukan sesuatu itu tidak sekaligus langsung ketemu semua. Step by step. Ketika itu, gua baru suka-sukanya sama serial TV yang judulnya 'SHERLOCK', punya BBC. Pasti sudah pada tahu deh sama serial TV 'kolosal' ini, menurut gua. Sebenernya, awal mula gua suka karakter Sherlock Holmes dan kenal karakter itu ketika gua nonton film Sherlock Holmes-nya om RDJ (Robert Downey Jr.) dan om Jude Harlino Law. Gua mengagumi sosoknya yang cerdas luar biasa, deduksi-deduksi yang dibuatnya, kesongongannya ditengah manner orang-orang Inggris pada jaman itu. Apalagi, gua suka latar ceritanya, di Inggris jaman dulu gitu. Nah, singkat cerita, setelah gua selesai nonton 4 season + 1 eps spesial serial TV itu, rasa kepo gua muncul dengan beringas. Gua pengen tahu bagaimana cerita asli dari bapak konsultan detektif yang nyentrik itu. Akhirnya, beli deh gua novelnya bapak Sir Arthur Conan Doyle. Novel pertama yang gua baca adalah 'Study In Scarlet', of course. Novel pertama dari Sherlock Holmes series. Lambat laun, gua mulai ingin membeli semua series-nya, saking penasarannya. Nah, dari sini, 'kecanduan' gua terhadap novel kembali lagi, setelah bertahun-tahun ngga muncul lagi karena terlalu sibuk dengan rimba perkuliahan.

     Itu candu yang pertama.
     Candu selanjutnya adalah makhluk 'kacang beruntung' yang bernama social media. Social media ini memiliki banyak sekali wujudnya, dari wasap, peth, instakilogram, snepcet, tuwiter, dan sejenisnya. Aplikasi yang bikin gua sangat kecanduan waktu itu adalah si instakilogram ini. Tapi, kadarnya yg masih batas wajar sih, menurut gua, karena saat itu gua langsung sadar bahwa aplikasi 'kacang beruntung' ini dapat menyebabkan pemborosan kuota. Tak lama berselang, gua menemukan lagi makhluk 'kacang beruntung' lain. Gua lupa awalnya gua ketemu yang mana dulu, tapi seinget gua gua ketemu sama si derama koriya dulu deh sebelum yang pamungkas. Eh, tapi lebih pamungkas yang ini deng, si webtun mah masih selaw-selaw aja. Okedeh, gua mau bahas nyang webtun dulu aja.

     Siapa sih yang ngga kenal aplikasi webtun? Webtun adalah aplikasi komik web keluaran salah satu aplikasi chat yang logonya warnanya ijo dengan huruf 'L', ngga usah gua jelasin, pasti pada tahu. Silahkan browsing bagi yang ngga tahu. Nah, pertama kali gua masang aplikasi ini adalah berdasarkan rasa kegabutan tinggi, kurang inspirasi, dan kekepoan yg tinggi. Awal gua pasang aplikasi ini, gua yang kaya jadi addict banget gitu. Masih nyari-nyari 'tempat persinggahan'. Jadi, gua baca-baca semua komik yang menurut gua menarik, dari episode pertama pastinya. Itu membutuhkan waktu yang sangat lama yang kemudian membuat jempol gua pegel. Seiring berjalannya waktu, gua udah ngga sebrutal waktu pertama kali pasang aplikasi ini. Saat ini, gua sedang jatuh cinta banget sama salah satu webtun, judulnya Matahari Setengah Lingkar. Bagus ceritanya, ngga kaya webtun-webtun romance lainnya. Webtun ini parah banget sih, bisa bikin gua yang kaya baper gilaak setelah bacanya. Bisa sampe yang ngaruh banget gitu, yang kaya gua jadi ikut sedih, ikut galau, dan itu masih kebawa setelah gua selesai baca itu. Rasanya, inginku berkata kasar, namun ku juga sukak, gimana dong?

     Nah, last but not least, seperti yang udah gua ungkapkan di atas tadi, yak, derama koriya. Pasti banyak yang tahu dah ini apaan. Ini adalah serial TV asal Korea Selatan. Isinya abang-abang ganteng, embak-embak cuntiks, om-om berkharisma, tante-tante cantik, dan lain sebagainya. Gua akuin, kualitas akting artis-artisnya keren-keren sih, apalagi paman penulis ceritanya. Keren dah! Penilaian gua ini ngga serta merta menjeneralisasi, hanya beberapa serial TV yang memang cerita dan aktornya keren parah.

Kembali ke candu!

     Candu yang paling candu dari semua candu-candu yang udah gua sebutin adalah si derama koriya ini. Kenapa? Karena tiap gua menemukan derama yang ceritanya dan akting aktornya bagus, gua selalu ngikutin dan gua tonton sampe habis, karena gua orangnya kepo parah. Walau terkadang di tengah jalan suka kecewa sama alur ceritanya, tapi gua harus tamatin liat itu, biar ngga penasaran. Kecuali kalo udah yang males gitu. Dulu, pertama kali kenal, gua yang sampe kaya orang alig gitu, marathon derama yang sehari bisa kelar. Padahal, itu episode-nya dari yang 16 sampe 23. Buat yang 23 episode ini, bisa sampe begadang gua. Satu episode bisa sampe satu jam, bahkan lebih. Alig banget sih, di depan layar laptop 16-23 jam. Pake stop dong. Kan gua juga manusia dan seorang hamba. Gua butuh makan, minum, ke 'belakang', mandi, ibadah, dan sejenisnya. Kalo makan sama minum bisa sama nonton sih kalo gua, karena kebiasaan ngikutin cepetnya dialog si Sherlock di serial Sherlock dan mikirnya di serial itu. Walau ada orang yang menganggap serial ini tidak memusingkan. Bagi gua yang masih cupu sih ya sulit ya, waktu itu.

     Sekarang ini pun, gua masih menjalani rutinitas menonton derama ini, yah walau sudah mengurangi untuk marathon, karena mulai beralih ke derama on going dan mempersempit pemilihan genre derama ini menjadi crime no romance. Gua memutuskan untuk mengakhiri menonton derama romance ketika derama 'What's Wrong With Secretary Kim?' selesai. Karena gua sekarang memilih untuk mengasah otak gua daripada hati. Emm, gimana ya ngomongnya. Gini, bukannya gua meremehkan derama romance. Pendapat gua, kebanyakan derama romance menceritakan tentang pertemuan seorang laki-laki dan perempuan dari tingkat yang berbeda, atau dari profesi yang sama, kemudian mereka cinlok, pacaran, dan berakhir dengan bahagia. Konfliknya kurang gitu kalo menurut gua. Gua suka film yang plot twistnya banyak, tapi yang ngga membabi buta, walau bisa ditebak, tapi ternyata mengecoh (?). Bingung ya? Coba tonton derama koriya yang judulnya Secret Forest/Stranger. Contohnya kaya gitu. Gua lagi kembali menyukai genre sejenis ini, setelah terkena dampak genre komedi romantis dan komedi yang dibumbui sedikit romantis (?). Lah, lama-lama jadi cuhat dah gua. (Lah, emangnya sebelumnya enggak?!) Hahaha.

     Segitu aja dulu deh curhat gua mengenai candu 'kacang beruntung' ini. Intinya sih, gua mau berbagi pengalaman gua dan semoga kalian yang baca sampe sini bisa belajar dan jangan mencontoh apa yang gua lakukan. Sebenernya, semua yang gua sebutin di atas itu adalah jajaran hobi-hobi gua yang gua lakukan ketika gua sedang ngga ada kerjaan. Melakukan hobi itu secukupnya saja, jangan berlebihan. Masa depanmu perlu untuk diperjuangkan, karena uang tidak akan turun dari langit, karena jodoh tidak akan tiba-tiba datang ke rumahmu membawa hantaran buat melamarmu atau datang ke rumahmu menawarkan diri untuk dinikahi olehmu, dan karena Surga bukan untuk orang yang pemalas. Ciao!

Wassalamu'alaikum wr. wb.

Salam Manis Selalu Untukmu


Sang Pengejar Masa Depan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

REVIEW KDRAMA: Wise Prison Life / Prison Playbook

Hai helooo.. Gue balik lagi nih dengan membawa review baruuu. Seperti yang udah gue katakan, eh, gue tuliskan di postingan sebelumnya, gue sepertinya akan ngebut review drama-drama yang udah pernah gue tonton dulu dari pertama kali menyentuh kembali kdrama dengan utuh tanpa ada pemotongan adegan akibat tayang di tv. Yah, sebisa mungkin, waktu gue bener-bener ngga ada kerjaan dan otak gue seger buger kaya abis minum sirop setelah berbuka, gue sempet-sempetin dah nulis review. Oke deh, daripada kebanyakan basa basi busuk, lanjoottt~ Judul: Wise Prison Life/Prison Playbook Director: Shin Won-Ho   Penulis: Jung Bo-Hoon Jumlah Episode: 16 Stasiun TV: tvN   (sumber: asianwiki ) Sinopsis:      Drama ini menceritakan kehidupan narapidana dan sipir saat di dalam penjara. Je-Hyeok ( Park Hae-Soo ) adalah seorang atlet baseball terbaik di Korea. Dia akan menandatangani kontrak dengan grup baseball ternama di US. Pada suatu malam, saat dia mengu...

NO BULLY IS KECE

   Assalamu'alaikum.    Saat-saat ini, kalian pasti sering banget denger kata "BULLY" . "BULLY"  itu berarti....ah, sudahlah. Gue bingung gimana ngejelasin si "BULLY"  ini. Susah banget buat ngejelasinnya. Bagi kalian yang memang belum pernah sama sekali denger kata "BULLY"  atau sering banget denger kata-kata ini, tapi ngga tau artinya, sini gue jelasin...     "BULLY"  itu contohnya  itu contohnya kaya senior ngelabrak juniornya cuma karna dia ngga suka ngeliat adek kelasnya lebih keren darinya, atau senior/temen-temennya suka ngatain dia di depan umum karna dia itu jelek, bau, item, cungkring, gendut, atau apalah yang jelek-jelek dari dia.    Menurut gw, fenomena ini harus di berantas, karna kasian korban si “BULLY” tadi. Banyak lho dampak-dampak jelek yang di akibatkan sama si “BULLY” ini, contohnya, para korban si “BULLY” ini akan merasa dirinya itu orang paling sial, paling malang, paling ngga banget, dan pal...

REVIEW KDRAMA: My Secret Romance

Hai Heloooww.. Gue balik lagi. Ngebut banget deh kayanya gue update review dramanya. Ya gimana yaa.. Udah lumayan juga drama yang gue tonton, cuma dulu belum mau review aja. Masih sebatas pengen meracuni temen-temen dekat buat nonton apa yang udah gue tonton. Baru akhir-akhir ini aja, sok sokan berbagi pengalaman nonton drama. Nah, sekarang gue mau review drama romance pertama kali setelah lamaa tidak menyentuh kdrama dan memang sebenernya ngga terlalu excited sama drama genre romance. Cuma karena ada komedi konyolnya aja, gue jadi mau nonton drama ini. Hahaha.. Baiklah, kalau begitu langsung saja ke reviewnyaaa~ Judul: My Secret Romance Director: Kang Cheol-Woo Penulis: Kim Ha-Na Jumlah Episode: 13 Stasiun TV: OCN (sumber: asianwiki ) Sinopsis:      Cha Jin Wook ( Sung Hoon ) merupakan anak dari keluarga yang kaya. Keluarganya memiliki perusahaan yang besar. Cha Jin Wook hanya mengejar cinta sesaat. Kemudian, dia bertemu dengan Lee Yoo Mi ( ...